Ini Nih Film Nominasi Oscar yang Nggak Tayang di Indonesia

Menjelang malam penghargaan Oscar yang diadakan pada bulan Februari nanti… Wait, masih bulan depan sih, tapi karena nominasinya udah mengguncang antero jagat maya, tim HPNG tergoda untuk ikut berkontribusi dalam kehebohan momentum Oscar ini.

Jadi gini, tim HPNG punya serangkaian judul film yang masuk nominasi Oscar 2019. Dari ratusan judul, masih banyak judul yang asing di telinga kita. Kenapa bioskop Indonesia nggak tayangin ya? (Mungkin karena bioskop Indonesia lebih doyan film action imporhihi~)

Yuk langsung kita bahas!

1. Capernaum

(Capernaum/Sony Pictures Classics, 2018)

Nominasi film berbahasa asing (Lebanon) yang tayang pada 20 September 2018 ini mengisahkan seorang anak bernama Zain di Kapernaum yang menuntut orang tuanya karena telah melahirkan dia. Siap-siap tercengang aja nih gengs, karena kita akan selalu disuguhkan dengan kisah ‘petualangan’ yang melatarbelakangi tuntutan Zain atas orang tuanya. Film yang ditulis dan disutradarai oleh Nadine Labaki ini meraih Jury Prize dan mendapat standing ovation selama 15 menit saat ditayangkan di Cannes Film Festival pada Mei 2018. *clap clap clap*

 

2. The Favourite

(The Favourite/Fox Searchlight Pictures, 2018)

Film yang dibintangi oleh Emma Stone ini berkisah tentang perebutan kekuasaan ratu di Inggris saat kesehatan Queen Anne (Olivia Colman) menurun. Seorang pembantu kerajaan bernama Abigail (diperankan oleh Emma Stone) berusaha mengambil hati ratu dengan menjadi ‘penjilat’ Queen Anne dan penasihatnya, Sarah Churchill (Rachel Weisz). Nah, di sanalah persaingan terjadi, yang tadinya hanya jadi penjilat, lama-kelamaan Abigail jadi semakin menjadi-jadi aja kelakuannya. Selain desain kostum yang menarik, karakter Abigail yang licik AF juga bikin penontonnya gemes, pantes sih kalau film ini menjadi salah satu film dengan nominasi Oscar paling banyak, total ada 10 nominasi yang diraih, etdah.

 

3. Green Book

(Green Book/Universal Pictures, 2018)

Friendship. Udah itu aja.

Ngga deng, meskipun nilai utamanya menceritakan tentang persahabatan pianis profesional dengan supir barunya, tapi percayalah ada banyak nilai lain yang terkandung. Misalnya saling menerima perbedaan ras dan pendapat yang berbeda, saling tolong menolong antarteman, lalu jangan buang sampah sembarangan (yang ini beneran ada di trailer). Film yang mendapat nilai 8.3 dari IMDb ini diperankan oleh Mahersala Ali sebagai Dr. Don Shirley, musisi yang akan melakukan konser di Amerika Selatan dan supir baru Dr. Shirley yaitu Tony Lip, yang diperankan oleh Viggo Mortensen. Harusnya sih film inspiratif yang satu ini ditayangin di Indonesia yak *poke bioskop kesayangan Anda*.

 

4. Roma

(Roma/Netflix, 2018)

Nah ini nih, film bergenre drama yang tidak mengambil gambar di Roma, Italia, ini menceritakan kehidupan seorang pembantu dari keluarga dengan kelas ekonomi menengah atas pada awal 1970-an yaitu Cleo (Yalitza Aparicio). Nama Roma berasal dari daerah Colonia Roma yang tetanggaan sama Meksiko ya gengs, bukan Roma yang punya Colosseum atau yang ber-“Irama” *ups*. Satu jam pertama film ini terlihat adem ayem, dilihat dari beberapa shot yang diambil dengan camera steady, namun plot semakin dinamis menjelang pertengahan hingga akhir. Mengingat film ini pernah diulas oleh sutradara kenamaan, Guillermo del Torro, this film is actually really worth the watch deh!

 

5. Mary Queen of Scots

(Mary Queen of Scots/Universal Pictures, 2018)

Sesuai dengan judulnya, film yang disutradarai oleh Josie Rourke ini bercerita tentang Mary (Saoirse Ronan), seorang ratu yang udah menjanda saat umurnya baru menginjak 18 tahun. Langkah selanjutnya yang ingin diambil Mary adalah merebut kembali kedudukannya sebagai seorang ratu di Skotlandia yang saat itu diduduki oleh bibinya, Queen Elizabeth I (Margot Robbie). Meskipun hanya tayang terbatas pada Desember 2018 lalu, film ini sukses membuat Margot Robbie terlihat seperti Red Queen di Alice in Wonderland wkwk masuk dalam 2 kategori nominasi Oscar. FYI, Saoirse Ronan mengaku bahwa organ dalam tubuhnya sempat bergeser selama beberapa minggu loh karena harus mengenakan kostum Queen Mary yang tight AF, ini baru namanya effort!

 

6. Shoplifters

(Shoplifters/GAGA Pictures, 2018)

Salah satu calon film berbahasa asing terbaik di Oscar 2019 adalah film berbahasa Jepang ini. Film berdurasi 2 jam ini bercerita tentang keluarga miskin di Tokyo yang bertahan hidup dengan menguntil di toko swalayan. Pada suatu malam, keluarga ini didatangi Yuri (Miyu Sasaki) seorang anak perempuan yang mengalami luka lebam di tubuhnya. Lalu mereka memutuskan untuk merawat anak perempuan ini. Suatu hari, polisi menangkap si kepala keluarga, Osamu (Lily Franky), karena diduga menculik Yuri dan mempertanyakan alasan di balik kegiatan menguntil yang mereka lakukan. Suasana haru karena sulitnya menjalani hidup dan Osamu yang berniat baik namun disalahartikan menjadi konflik dalam cerita ini. Yha, jadi mau nangis lagi kan, gakuat akutuhhh.

*sobs* Itu dia segelintir film calon nominasi Oscar 2019 yang (sayangnya) nggak tayang di Indonesia. Selain daftar di atas, sebenarnya masih banyak film keren yang belum sempet tayang di Indonesia tapi masuk nominasi Oscar seperti Vice, BlacKkKlansman, dan If Beale Street Could Talk. Udah nggak penasaran kan? Sekarang yang bikin penasaran adalah… siapa yang kira-kira mumpuni untuk bawain acara di malam penghargaan Oscar nanti yaa, hmm.

 

Artikel ini telah diunggah ke website Happening Films pada 23 Januari 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *