Kisah Perjuangan Seorang Ibu Menyelamatkan Anaknya

Hi, I’m Asep Testing a wandering writer with one foot in creative chaos and the other in corporate deadlines.

Eits sabar sabar, nggak salah kok judulnya. Kalian yang udah nonton mungkin paham dengan judul artikel ini. Tapi jangan cemas, judul yang tertera di atas bukan keseluruhan spoiler kok, cuma “teaser spoiler”. Hehe.

 

As we all know, film ini sebenarnya mengisahkan David Kim (John Cho) yang telah ditinggal mati oleh istrinya, Pam (Sara Sohn), akibat menderita kanker darah. Setelah kehilangan sosok ibu di rumah, hubungan David dengan anaknya, Margot (Michelle La), terasa baik-baik saja hingga Margot tiba-tiba menghilang tanpa jejak dan hanya meninggalkan clue berupa 3 miscall saat tengah malam.

 

Keesokan harinya, David yang panik menelepon kepolisian setempat untuk segera melaporkan kehilangan anaknya. Selang beberapa waktu, seorang detektif bernama Rosemary Vick (Debra Messing) mengabarkan David bahwa dirinya merupakan detektif yang akan membantu David mencari Margot. Detektif Vick keukeuh nggak ngebolehin David terlalu melibatkan diri dalam pencarian (hmm).

 

Namun, demi membayar rasa penasaran, David tidak menggubris permintaan detektif Vick dan malah ‘mencari’ jati diri anak gadisnya dari laptop Margot yang tertinggal di dapur. Akhirnya, David mendapat berbagai jawaban mencengangakan (apa?!). Mulai dari percakapan Margot dengan pamannya, Peter (Joseph Lee), hingga transaksi sebesar $2500 ke pengguna tak dikenal melalui layanan transfer uang, Venmo.

 

Keunikan film indie yang tayang premier di Sundance Film Festival 2018 ini terletak pada cara penayangannya. Pasalnya, kita bisa melihat dari keseluruhan adegan film yang disajikan dalam layar monitor, baik layar laptop, HP, atau TV. Selain itu, ada sederetan aplikasi familiar yang ditampilkan, seperti YouTube, Tumblr, Facebook hingga Google Maps. Related banget deh sama teknologi yang sering kita pake saat ini.

 

Let’s go deeper.

Berbagai konflik yang ditampilkan secara konstan sepanjang film membuat para penontonnya tak dapat memperkirakan apa yang akan terjadi selanjutnya. Rangkaian kode juga terlihat muncul pada beberapa tampilan dalam film, seperti (SPOILER ALERT!) tayangan CCTV yang menunjukkan lokasi terakhir mobil Margot ternyata menunjukkan pesan lain, yaitu adanya mobil putih yang mengikuti. Nah makin kepo buat nonton nga nih? Ehe.

 

Keseluruhan petualangan kisah pengenalan ayah terhadap anak semata wayangnya ini tak akan hadir tanpa adanya konflik (yaiyala), yaitu penyebab hilangnya Margot yang ternyata akibat ambisi seorang ibu yang ingin menyelamatkan anaknya. Bener ga, bener ga?

 

Nah, intinya, kalian yang belum nonton, buruan nonton gih. Film ini udah memenangkan 2 penghargaan dari Sundance Film Festival loh, by the way. Tunggu apa lagi? Kuy download tonton filmnya!

 

 

Artikel ini sudah diunggah ke website Happening Films pada 21 Januari 2019.

Share:

MORE OF MY WORDS

Explore My Other Writings

If any part of this piece felt familiar or comforting, I’d love for you to read more. Each writing carries a small part of me—quiet thoughts, honest moments, and things I’m still learning.

I Got Myself A Birthday Gift

“Kalau aku potong rambut, aku pengin potong rambut for a good cause.” Tidak secanggung itu, tapi kurang lebih seperti inilah

More Stories to Explore

Little pieces of thoughts, moments, and musings—each one capturing something I’ve watched, felt, or stumbled upon. If you’re in the mood to wander a bit more through my reflections, there’s a whole collection waiting for you to dive into.

If there's not enough, I've got more waiting...

Built with love, midnight playlists, and a dash of soft chaos
Copyright © Made by Tristin.

Scroll to Top